POSKOLONIAL DAN ZENDELING
Membangun Kesadaran Induktif Warga Gereja Protestan Indonesia Timur (GPIT) di Buntu Malangka’ dalam Perspektif Gayatri Chakravorty Spivak
Kata Kunci:
Buntu Malangka', Gayatri Chakravorty Spivak, Gereja Protestan Indonesia Timur, Injil, MisionarisAbstrak
Kehadiran kekristenan kadangkala menjadi permasalahan dalam lingkup kebudayaan. Dijumpai bahwa terdapat beberapa aksi penghilangan sepenuhnya kebudayaan atas dalil bahwa kebudayaan tidak sejalan dengan kekristenan. Alasan di balik hal tersebut, kadangkala dipelopori oleh kepentingan hegemonis Barat yang ikut serta bersama dengan kehadiran para zendeling. Kebudayaan yang seharusnya menempati posisi dalam konteks jembatan membangun iman namun ketika kemudian harus kehilangan eksistensialnya tentu menjadi masalah. Hal inilah yang dihadapi oleh kekristenan di wilayah Buntu Malangka’, Mamasa ketika kekristenan kemudian hadir. Kebudayaan terbungkam oleh karena warga jemaat hendak memberi kritik untuk menghidupkan budaya, namun tenggelam oleh karena motif kekristenan. Hal ini dihadapi oleh Gereja Protestan Indonesia Timur yang pada dasarnya memiliki basis wilayah pelayanan di Buntu Malangka’. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan Gayatri Chakravorty Spivak. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa pada dasarnya upaya misionaris mempertahankan hegemoni Barat ialah menjadikan Injil sebagai tameng untuk tidak mendapatkan kritik dan mencoba membangun paradigma bahwa pada dasarnya standar kebenaran adalah di Barat. Gereja dan Injil menjadi perlindungan serta legitimasi dalam menghapuskan budaya yang kemudian nantinya dapat mengganggu dan bahkan menghilangkan akan upaya mempertahankan hegemoni itu sendiri.
Referensi
Abialtar. “Perjumpaan PengInjil CGK Belanda dengan Orang Toraja Mamasa: Praktik Metode PengInjilan Arie Bikker dan Martin Geleijnse Serta Relevansinya bagi Metode Pekabaran Injil Gereja Toraja Mamasa Masa Kini.” KAMASEAN: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Volume 01, Nomor 01 (June 2020).
Amos. Pendidikan Kristen & Pembaratan: Kajian Terhadap Pendidikan Misi Protestan di Minahasa, 1830 - 1916. 04, no. 01 (n.d.).
Chakravorty Spivak, Gayatri. Can the Subaltern Speak? Dalam C. Nelson & L. Grossberg (Ed.). Marxisme and the Interpretation of Culture. Basingstroke: University of Illanois Press, 1994.
Nina Adlini, Miza, Anisya Hanifa Dinda, Sarah Yulinda, Octavia Chotimah, dan Sauda Julia Merliyana. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka.” EDUMASPUL: Jurnal Pendidikan Volume 06, Nomor 01 (2022).
Nurhadini, dan Elsa Mulya Karlina. “Strategi Perlawanan terhadap Dominasi Kekuasaan Negara Dalam Novel Laut Bercerita: Kajian Subaltern.” TARBIYATUL ILMU: Jurnal Kajian Pendidikan 02, no. 09 (July 2025).
Ranubaya, Fransesco Agnes, Alpinus Pan, Ignasius Ageng Prasetyo, and Fransiskus Antonius Dimas Satyawardhana. “Dampak Misi Gereja Katolik terhadap Hilangnya Tradisi Kayau di Kalbar: Analisis Budaya Franz Boas.” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Volume 07, Nomor 01 (Agustus 2024).
Rara, Desi Indriyani Daun. “Sikap Misionaris Terhadap Agama Nenek Moyang Sebagai Warisan Zending dalam Misi Pekabaran Injil di Mamasa Tahun 1913-1947: Sebuah Tinjauan Poskolonial.” Universitas Kristen Duta Wacana, 2024.
Schumann, Olaf. H. Kekristenan Di Asia Tenggara. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Septiana, Nyangfah Nisa, Zulfatul Khoiriyah, and Shaleh. Metode Penelitian Studi Kasus dalam Pendekatan Kualitatif. 10, no. 04 (Desember 2024).
Susintyawati, Ribka Oktavia. “Narasi Sub-Altern dalam Matius 15:21-28: Membaca Teks Matius 15:21-28 Melalui Perspektif Sub-Altern Gayatri Chakravorty Spivak.” Universitas Kristen Duta Wacana, 2020.
Wawancara Dengan Bapak Paris, Pada 25 Agustus 2024. n.d.
Wawancara Dengan Bapak Pdt. Simon S Bungka’, Pada 5 September 2024. n.d.
Wulandari, Cahyani Dwi Putri, and Parmin. “Dekonstruksi Subaltern dalam Novel Rasina Karya Iksaka Banu: Kajian Feminisme Poskolonial Gayatri Spivak.” SAPALA 12, no. 01 (2025).
Yunairi, Dewi. “Konsep Feminisme Gayatri Chakrasvorty Spivak dan Upaya Membangun Keluarga Unggul (Kajian Feminisme Modern).” SANJIWANI: Jurnal Filsafat 11, no. 01 (March 2020).
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Prionaray Bram M (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



