TUBUH SEBAGAI LOCUS PERLAWANAN

Reinterpretasi Perjuangan Perempuan Adat di Indonesia Melalui Lensa Teologi Tubuh

Penulis

  • Eikel K Ginting Independent Author

Kata Kunci:

Teologi Tubuh, Perempuan Adat, Relasionalitas, Resistensi Ekologis, Pembebasan Holistik

Abstrak

Perempuan adat di Indonesia menghadapi penindasan berlapis di tengah konflik agraria yang dipicu oleh ekspansi kapitalisme dan perampasan tanah untuk kepentingan industri ekstraktif. Namun, perempuan adat menggunakan tubuh mereka sebagai medium protes, dan instrumen perjuangan untuk mempertahankan tanah, kehidupan, dan martabat mereka. Tulisan ini bertujuan menganalisis secara reflektif bagaimana perjuangan perempuan adat mengaktualisasikan eksistensi diri melalui tubuh. Penelitian sebelumnya telah mengkaji gerakan ini melalui kerangka ekofeminisme dan politik tubuh perempuan, namun belum menyentuh dimensi teologis perjuangan tubuh perempuan adat. Metode yang digunakan ialah kepustakaan dengan pendekatan reflektif-teologis kerangka teologi tubuh Lisa Isherwood dan Elizabeth Stuart yang dielaborasi dengan konsep relasionalitas masyarakat adat (indigenous relationality) Margaret Kovach. Tesis penelitian menegaskan tubuh perempuan adat bukanlah objek pasif yang dikontrol struktur patriarki, melainkan subjek aktif yang menjadi locus pengalaman teologis, medium pewahyuan konkret, dan arena politik pembebasan holistik yang tidak terpisah dari relasi kosmis dengan tanah, air, hutan, dan seluruh tatanan ciptaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan perempuan adat merupakan rekonstruksi identitas performatif yang mendobrak mitos budaya, di mana tubuh menjadi ruang penebusan personal dan komunal, sumber sensualitas ekologis, serta afirmasi cara hidup alternatif yang relasional dan berkelanjutan berdasarkan prinsip tanggung jawab, etika, dan resiprositas kosmis.

 

Referensi

Admin. “Massa Inang-Inang Warga Sigapiton Mengamuk Dan Aksi Telanjang Di Lokasi Proyek Pembukaan Jalan Kaldera Toba,” 2019. https://www.metro-online.co/2019/09/massa-inang-inang-warga-sigapiton-mengamuk-dan-aksi-telanjang-di-lokasi-proyek-pembukaan-jalan-kaldera-toba-ini-videonya.html.

Alfian, Andi. “Masyarakat Adat Dan Ideologi Pembangunan Yang Gagal.” Yogyakarta: CRCS UGM, 2023. https://crcs.ugm.ac.id/masyarakat-adat-dan-ideologi-pembangunan-yang-gagal/.

Anderson, Kim. Aboriginal Women, Water and Health: Reflections from Eleven First Nations, Inuit, and Métis Grandmothers. Atlantic Centre of Excellence for Women’s Health and Prairie Women’s Health Centre of Excellence, 2010. [www.acewh.dal.ca](http://www.acewh.dal.ca); [www.pwhce.ca](http://www.pwhce.ca).

Bauman, Whitney A., Richard Bohannon, and Kevin J. O’Brien. Grounding Religion: A Field Guide to the Study of Religion and Ecology. 2023.

Boaheng, Isaac. A Guide to Academic Research and Writing in Theology and Religious Studies. Ghana: Noyam, 2024.

Candraningrum, Dewi. “Politik Rahim Perempuan Kendeng Menolak Tambang: Kajian Perubahan Iklim Dan Seksualitas.” Jurnal Perempuan (2014).

Dalidjo, Nurdiyansah. “Nenek Dua Cucu Jalan Dari Toba Ke Jakarta,” 2025. https://aman.or.id/story/nenek-dua-cucu-jalan-dari-toba-ke-jakarta.

Foucault, Michel. Power and Knowledge. Edited by Colin Gordon. New York: Pantheon Books, 1980.

Heroepoetri, Arimbi, Aflina Mustafainah, and Saur Tumiur Situmorang. Pelanggaran Hak Perempuan Adat Dalam Pengelolaan Kehutanan (Laporan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Untuk Inkuiri Nasional Komnas HAM). Jakarta, 2016.

Isherwood, Lisa, and Elizabeth Stuart. Introducing Body Theology. England: Sheffield Academic Press, 1998.

Istiqlali, Annajmatul. “Peran Perempuan Dalam Merebut Ruang Hidup: Studi Ekofeminisme Tentang Perlawanan Perempuan Di Banjar Selasih, Bali.” 3, no. 2 (2022): 70–82.

Kartitiani, Titik. Mama-Mama Perkasa Dari Papua Dan Aliran Air Untuk Semua, 2021. https://www.pilar.id/mama-mama-perkasa-dari-papua-dan-aliran-air-untuk-semua/.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Srikandi Sungai, Wujud Nyata Pemberdayaan Perempuan, 2017. https://kemenpppa.go.id/index.php/siaran-pers/srikandi-sungai-wujud-nyata-pemberdayaan-perempuan.

Konsorsium Pembaruan Agraria. Catatan Akhir Tahun 2025 Konsorsium Pembaruan Agraria: Tancap Gas Di Jalur Yang Salah Paraox Kebijakan Agrasia Prabowo Gibran 2025, 2025.

Konsorsium Pembaruan Agraria. “Perempuan Pejuang Reforma Agraria,” n.d. https://www.kpa.or.id/tentang-perempuan-pejuang-ra/.

Kovach, Margareth. Indigenous Methodologies: Characteristics, Conversations and Contexts. Canada: University of Toronto Press, 2021.

Maarif, Samsul. “Human (Relational) Dignity: Perspectives of Followers of Indigenous Religions of Indonesia.” Religions 14, no. 7 (2023).

Maarif, Samsul, and Asfinawati. “Second Essay Toward a (More) Inclusive FORB: A Framework for the Advocacy for the Rights of Indigenous People.” Interreligious Studies and Intercultural Theology 6, no. 2 (2022): 205–212.

Makuba, Nesta. “Masyarakat Adat Awyu Berhasil Pertahankan Wilayah Adat Usai Kalahkan Gugatan Perusahaan Sawit Di Papua,” 2023. https://aman.or.id/news/read/1675.

Manuel Castells. “The Power of Identity, The Information Age: Economy, Society and Culture.” In The Power of Identity Claims, 1–7, 2020.

Maulana, Irfan. “Refleksi 2025: Evaluasi Proyek Pangan Dan Energi Di Papua,” 2025. https://mongabay.co.id/2025/12/29/refleksi-2025-evaluasi-proyek-pangan-dan-energi-di-papua/.

McGregor, Deborah. “Coming Full Circle: Indigenous Knowledge, Environment, and Our Future.” American Indian Quarterly 28, no. 3 (2004): 385–410.

Mercer, Jessica, Ilan Kelman, and Julie Dekens. “Integrating Indigenous and Scientific Knowledge for Disaster Risk Reduction.” Indigenous Knowledge and Disaster Risk Reduction: From Practice to Policy 34, no. 1 (2009): 115–131.

Nasr, Seyyed Hossein. Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man. Reading: Cox & Wyman Ltd, 1988.

Parastasia, Cindy. “Ekofeminisme Spiritualis Pada Gerakan Perempuan Adat Dalam Menolak Tambang Marmer Di Mollo, Nusa Tenggara Timur” (2024).

Pradhani, Sartika Intaning. “Diskursus Teori Tentang Peran Perempuan Dalam Konflik Agraria.” BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan 5, no. 1 (2019): 69–83.

Prameswari, Ni Putu Laksmi Mutiara, Wahyu Budi Nugroho, and Ni Made Anggita Sastri Mahadewi. “Feminisme Eksistensial Simone de Beauvoir: Perjuangan Perempuan Di Ranah Domestik.” Jurnal Ilmiah Sosiologi (SOROT) 1, no. 2 (2019): 1–13.

Pui-Lan, Kwok. Introducing Asian Feminist Theology. Sustainability (Switzerland). England: Sheffield Academic Press, 2000.

Rozaki, Abdur. “Konflik Agraria, Perempuan Dan Kemiskinan Di Desa.” UIN Sunan Kalijaga 15, no. 1 (2016): 37–54.

Schreiter, Robert J. Rancang Bangun Teologi Lokal. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Siswatiningrum, Etik. “Signifikansi Peran Perempuan Adat Papua Dalam Upaya Iklim Berkelanjutan.” 04, no. 02 (2025): 21–37.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D). Bandung: Alfabeta, 2008.

Tampubolon, Yohanes Hasiholan, Dreitsohn Franklyn Purba, and Program Studi Teologi. “Kapitalisme Global Sebagai Akar Kerusakan Lingkungan: Kritik Terhadap Etika Lingkungan Global Capitalism as a Root of Environmental Crisis: Criticism of Environmental Ethics.” 09, no. 1 (2022).

Taylor, Stephanie. “Identity Construction.” The International Encyclopedia of Language and Social Interaction (2015): 1–9.

Trijono, Lambang. “Pembangunan Perdamaian Pasca-Konflik Di Indonesia: Kaitan Perdamaian, Pembangunan Dan Demokrasi Dalam Pengembangan Kelembagaan Pasca-Konflik.” JSP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 13, no. 1 (2009): 48–70. Accessed August 4, 2022.

Tynan, Lauren. “What Is Relationality? Indigenous Knowledges, Practices and Responsibilities with Kin.” Cultural Geographies (2021).

WALHI. “Perjuangan Perempuan Atas Lingkungan Hidup Di Papua Dan Sulsel,” 2017. https://www.walhi.or.id/perjuangan-perempuan-atas-lingkungan-hidup-di-papua-dan-sulsel.

Unduhan

Abstract views: 6 times | Downloaded: 20 times

Diterbitkan

2026-08-27

Terbitan

Bagian

Articles