NAZAR YEFTA SEBAGAI NARASI TEROR
Sebuah Analisis atas Nazar Yefta Berdasarkan Perspektif Feminis Menurut Phyllis Trible dan Implikasinya bagi Nazar Keluarga dalam Konteks Nias
Kata Kunci:
Nazar, Putri Yefta, Phyllis Trible, Hermeneutik Feminis, Budaya NiasAbstrak
Studi ini menantang interpretasi konvensional atas kisah Alkitab tentang naskah nazar Yefta (Hakim-Hakim 11:29-40) yang cenderung mengabaikan kekerasan berbasis gender terhadap putri Yefta, yang akan dibedah melalui lensa feminis Phyllis Trible. Artikel ini akan membongkar adanya "narasi teror" di mana sebuah nazar religius berfungsi sebagai instrumen penindasan patriarki dan trauma domestik, yang selama ini diabaikan oleh tafsir tradisional yang mengagungkan Yefta sebagai pahlawan iman dan loyalitas. Penelitian ini akan mengisi research gap krusial: minimnya kritik sistemik terhadap pemanfaatan teks Alkitab untuk menjustifikasi penundukan spiritual dan domestik anak, dengan menggunakan metode kualitatif hermeneutik biblika feminis yang dipadukan dengan studi lapangan kontekstual di Nias. Data lapangan menunjukkan bahwa praktik nazar orang tua dalam struktur patriarki Nias sering kali berfungsi sebagai mandat religius yang deterministik, merampas otonomi pribadi dan pilihan hidup anak, terutama anak perempuan demi ambisi spiritual orang tua. Artikel ini menyimpulkan pentingnya mendefinisikan ulang nazar bukan sebagai transaksi kekerasan yang melegitimasi penundukan manusia, melainkan sebagai komitmen etis yang membebaskan dan menghormati kebebasan ontologis sesama.
Referensi
Alter, Robert. The Hebrew Bible: A Translation with Commentary - Volume 2: The Prophets. New York: W. W. Norton & Company, 2019.
Baryadi, Praptomo. Bahasa, Kekuasaan, Dan Kekerasan. Depok: Penerbit Universitas Sanata Dharma, 2012.
Clifford, Anne M. Memperkenalkan Teologi Feminis, Terj. Yosef M. Florisan. Maumere: Penerbit Ledalero, 2002.
Douglas, J.D. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2011.
Heryjanto, Yohanes. Menjadi Berkat 12 Teladan Sutra. Yogyakarta: PBMR ANDI, 2021.
Keil, C. F., and F. Delitzsch. Commentary on the Old Testament: Volume 2 - Joshua, Judges, Ruth, I & II Samuel. Peabody: Hendrickson Publishers, 2006.
Kristiati, Aspi, Dianingtyas Agustin, Triana Yulianti, and Sutarjo. Serial Buku Pengenalan Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak Serta Buku Saku Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Pusat Rehabilitasi YAKKUM, 2020.
Liddell, H. G., and R. Scott. A Greek-English Lexicon. Oxford: Clarendon Press, 1996.
Parina, Kori, and Hendrianto. “Tertolak Tetapi Menjadi Berkat Berdasarkan Kitab Hakim-Hakim 11:1-11.” Filadelfia Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 2, No.2 (2021).
Sugianto, Ishak. Lemah Tapi Menang. Yogyakarta: ANDI, 2007.
Tabb, Mark A. Names of Heroes of the Faith. Illinois, Amerika Serikat: Moody Press Chicago, 1997.
Trible, Phyllis. TEXTS OF TERROR Literary-Feminist Readings of Biblical Narratives. Philadelphia, Pennsylvania: Fortress Press, 1984.
Vine, W. E. Expository Dictionary of New Testament Words. Old Tappan: Fleming H. Revell, 1981.
Wahyuni, Sri. “Self Healing Dalam Kitab Hakim-Hakim 11:1-11 Sebagai Pola Pemulihan Diri Dari Ketertolakan.” Jurnal Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer 2 (2020).
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Oktavia Susanti Waruwu (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



